.

.

[Open Pre Order] My Old Books



Beberapa (kalau bukan semua) buku lama saya sudah sulit didapatkan, baik di toko-toko buku offline atau online. Saya sering sekali menerima surel atau pesan dari pembaca-pembaca yang bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkan buku-buku lama saya. Sebenarnya, kalian bisa membeli versi digital di Google Play, tetapi saya paham buku fisik tetap lebih disukai.

Jadi, saya akan membuka pemesanan buku-buku lama saya. Buku-buku yang bisa kalian pesan adalah sebagai berikut:

Memori (Rp45.000)
Montase (Rp54.000)
London: Angel (58.000)
Interlude (Rp64.000)
Walking After You (Rp.55.000)
Orange (edisi revisi) (Rp55.000)
Last Forever (Rp69.000)

Keterangan mengenai masing-masing buku (sinopsis, genre, dll), silakan cek Books. Semua buku didiskon 15%. Harga di atas belum termasuk diskon.

Saya mengambil buku-buku tersebut dari penerbit. Akan dibutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi penerbit untuk mengirim buku-buku tersebut kepada saya (setelah itu, baru saya kirim kepada kalian). Khusus untuk London: Angel dan Walking After You, akan dibutuhkan waktu satu-dua minggu lebih lama karena dua buku tersebut tidak tersedia di gudang penerbit. Penerbit harus menarik stok dua buku tersebut dari toko-toko terlebih dahulu.

Kalian bisa memilih apakah buku yang kalian pesan ditandatangani atau tidak. Yang harus dipahami, untuk memberikan tanda tangan, saya akan membuka segel plastik. Jadi, buku dikirim kepada kalian dalam keadaan tidak tersegel.

Nah, jika berminat memesan, kalian bisa mendaftar dengan cara:
- mengirim surel ke windry.ramadhina@yahoo.com
- mengirim pesan Facebook ke Windry Ramadhina
- mengirim pesan Instagram ke @beingfaye

Format pemesanan:
Nama:
Buku yang dipesan dan jumlahnya:
Alamat pengiriman:
Kode pos:
Nomor telepon:
Jasa pengiriman: Pos/JNE
Tanda tangan: ya/tidak

Pembayaran dilakukan nanti setelah buku tersedia di saya, sebelum buku dikirim kepada kalian. Pengiriman menggunakan Pos Indonesia dan JNE, dari Jakarta. Biaya kirim bisa dicek di situs dua perusahaan itu.

Jika sudah memesan, mohon untuk tidak membatalkannya, ya. Karena, tidak mudah bagi saya dan penerbit untuk menyediakan buku-buku tersebut. Jumlah buku juga terbatas, jadi saya akan mendahulukan pembaca yang memesan lebih dahulu.

Pemesanan ini dibuka sampai 19 Desember 2016 pukul 12.00 WIB. Bisa ditutup lebih cepat apabila buku habis.

Oke, semoga ini membantu kalian untuk mendapatkan buku-buku lama saya.

Angel in The Rain

Keajaiban cinta ada jika kau percaya

Ini kisah tentang keajaiban cinta.

Tentang dua orang yang dipertemukan oleh hujan. Seorang pemuda lucu dan seorang gadis gila buku yang tidak percaya pada keajaiban.

Di Charlotte Street London, mereka bertemu, tetapi kemudian berpisah jalan.

Ketika jalan keduanya kembali bersilangan, sayangnya, luka yang mereka simpan mengaburkan harapan. Ketika salah seorang percaya akan keajaiban cinta, bahwa luka dapat disembuhkan, salah seorang lainnya menolak untuk percaya.

Apakah keajaiban akan tetap ada jika hati kehilangan harapan? Apakah mereka memang diciptakan untuk bersama meski perpisahan adalah jalan yang nyata?

Meet Kara & Kalle: Satu


Kali pertama aku melihatnya, perempuan itu berjalan ke arahku dengan air mata membasahi kedua pipinya.

Malam sudah sangat larut. Hari itu Selasa pertama Juli, aku ingat benar. Aku harus meninggalkan pertemuan bisnis di Bali agar bisa secepatnya pulang ke Jakarta. Pesawatku terlambat mendarat. Dari bandara, aku langsung ke rumah sakit.

Aku bertemu dengan perempuan itu di sana. Dia keluar dari ruang tunggu operasi. Sosoknya yang sangat ramping melewati pintu kaca. Langkahnya agak terhuyung. Tatapannya kosong.

Dia berjalan ke arahku, tetapi tidak melihatku. Perempuan itu menubrukku. Bahunya yang kecil melanggar dadaku. Aku lebih besar—karena aku lelaki—dan sepasang kakinya tidak menapak dengan benar. Dia pasti sudah jatuh kalau aku tidak menangkap lengannya.

“Hati-hati.” Aku berkata demikian kepadanya.

Perempuan itu tidak menjawab, tidak juga berpaling. Aku tidak yakin dia mendengarku. Kulitnya dingin dan berbau aneh: perpaduan logam dengan batu-batuan. Dia menegakkan tubuhnya perlahan-lahan, lalu kembali berjalan. Lengannya melepaskan diri dari genggamanku. Punggungnya menjauh bersama suara sepatunya yang diseret. Aku memperhatikannya ditelan lorong rumah sakit.

Untuk beberapa saat, aku masih bisa mencium bau logam dan batu-batuan. Itu yang membekas di benakku. Itu dan air mata di kedua pipinya. Lalu, untuk beberapa saat, aku melupakannya.

“Kalle.”

Namaku dipanggil dari dalam ruang tunggu operasi. Aku melihat adik Papa dan istrinya di balik pintu kaca. Aku masuk. Mereka memelukku bergantian. Adik Papa berusaha menahan tangis sementara istrinya sudah sesenggukan.

“Maaf, Nak. Kami minta maaf.”

Aku tahu jelas maksudnya. Operasi tidak berhasil. Mendadak, kakiku lemas. Aku melepas kacamataku dan menjatuhkan diri ke kursi di sudut. Tubuhku merunduk dan tanganku menutupi wajah. Aku berbisik, “Ya, Tuhan.” Dadaku luar biasa sakit sewaktu aku menarik napas.

Perempuan itu. Untuk beberapa saat, aku melupakannya. Sampai aku melihatnya lagi di pemakaman adikku.

*

Pemenang Buku Parent's Stories

Terima kasih, teman-teman yang sudah ikut berbagi di Virtual Book Tour Parent's Stories 4 Maret lalu. Saya sangat menghargainya dan terharu membaca setiap tulisan. Rasanya, seperti diberi kepercayaan untuk menyimpan sebagian kecil keping kenangan kalian. Saya yakin cerita teman-teman akan menginspirasi para orangtua dan calon orangtua. 

Pembaca yang beruntung mendapat buku terbaru Adhitya Mulya adalah Sekar di Yogyakarta, ibu muda bagi dua adiknya. Selamat, ya. Semoga buku ini bisa memberi semangat untuk tetap berjuang. Mohon infokan nama, alamat beserta kode pos, dan nomor telepon ke windry.ramadhina@yahoo.com. Sekali lagi, selamat!

Untuk teman-teman yang belum beruntung, saya sangat menyarankan buku Parent's Stories ini. Kita bisa sama-sama belajar dari Adhitya Mulya tentang membentuk anak yang berdaya.

Tetap kunjungi blog saya untuk info terbaru mengenai buku, tulisan, dan karya-karya saya. Sampai lain waktu!


[Virtual Book Tour Parent's Stories] Balerina dan Jendela di Sudut Mikrolet



Tulisan saya kali ini adalah cerita sederhana yang ingin saya bagi setelah membaca Parent’s Stories Adhitya Mulya—buku terbaru PandaMedia.

Ini cerita orangtua. Saya si orangtua itu. Sebagian pembaca saya sudah tahu, walau banyak juga yang tidak, bahwa saya seorang ibu. Gadis kecil saya, Balerina, berumur enam tahun lebih sedikit. Dia lucu, manis, aneh, dan menjengkelkan pada saat yang bersamaan. Oh, dan di akhir cerita, kalian bisa mendapatkan buku Adhitya Mulya!

Nah, cerita saya dimulai dengan pertanyaan.

“Kita mau ke mana?” Pertanyaan pertama. Datang dari Balerina. Ditujukan kepada saya pada satu pagi.