Pemenang Buku Parent's Stories

Terima kasih, teman-teman yang sudah ikut berbagi di Virtual Book Tour Parent's Stories 4 Maret lalu. Saya sangat menghargainya dan terharu membaca setiap tulisan. Rasanya, seperti diberi kepercayaan untuk menyimpan sebagian kecil keping kenangan kalian. Saya yakin cerita teman-teman akan menginspirasi para orangtua dan calon orangtua. 

Pembaca yang beruntung mendapat buku terbaru Adhitya Mulya adalah Sekar di Yogyakarta, ibu muda bagi dua adiknya. Selamat, ya. Semoga buku ini bisa memberi semangat untuk tetap berjuang. Mohon infokan nama, alamat beserta kode pos, dan nomor telepon ke windry.ramadhina@yahoo.com. Sekali lagi, selamat!

Untuk teman-teman yang belum beruntung, saya sangat menyarankan buku Parent's Stories ini. Kita bisa sama-sama belajar dari Adhitya Mulya tentang membentuk anak yang berdaya.

Tetap kunjungi blog saya untuk info terbaru mengenai buku, tulisan, dan karya-karya saya. Sampai lain waktu!


[Virtual Book Tour Parent's Stories] Balerina dan Jendela di Sudut Mikrolet



Tulisan saya kali ini adalah cerita sederhana yang ingin saya bagi setelah membaca Parent’s Stories Adhitya Mulya—buku terbaru PandaMedia.

Ini cerita orangtua. Saya si orangtua itu. Sebagian pembaca saya sudah tahu, walau banyak juga yang tidak, bahwa saya seorang ibu. Gadis kecil saya, Balerina, berumur enam tahun lebih sedikit. Dia lucu, manis, aneh, dan menjengkelkan pada saat yang bersamaan. Oh, dan di akhir cerita, kalian bisa mendapatkan buku Adhitya Mulya!

Nah, cerita saya dimulai dengan pertanyaan.

“Kita mau ke mana?” Pertanyaan pertama. Datang dari Balerina. Ditujukan kepada saya pada satu pagi.

Last Forever: Book Jacket


Saya dan GagasMedia menyiapkan edisi terbatas Last Forever. Edisi ini disertai jaket buku yang didesain khusus. Kami menampilkan beberapa ilustrasi yang ada dalam buku di jaket tersebut. Bahannya kain. Gambar dicetak digital sehingga hasilnya cantik.

Ide membuat jaket buku muncul dari keinginan saya menghadirkan merchandise unik seperti yang saya hadirkan saat Orange terbit ulang. Tetapi, saya ingin merchandise yang berbeda dan jaket buku jarang ditemukan.

Jika ingin memilikinya, teman-teman bisa memesan di sini. Ada tiga desain.

Last Forever: Lana Lituhayu Hart

Lana Lituhayu Hart 

Lana Lituhayu Hart lahir ketika saya bertanya-tanya, seperti apakah perempuan yang bisa membuat seorang Samuel Hardi bertekuk lutut.

"Dia harus sempurna," kata seorang teman, "kalau tidak, Samuel hanya akan menyukainya secara parsial, lalu meninggalkannya setelah bosan." Teman saya benar.

Last Forever: Samuel Hardi

Samuel Hardi
Pembaca Montase pasti mengenal Samuel Hardi, sineas dokumenter berkelas internasional yang punya masalah kepribadian. Sejak pertama, saya sudah begitu menyukainya. Bukan rahasia lagi, saya selalu jatuh hati kepada lelaki sinis dan genius. Itu kelemahan terbesar saya. Tetapi, Samuel berbeda. Dia memiliki sisi-sisi buruk yang menjadikannya tidak ideal. Itu sebabnya saya begitu menyukainya.

Ada rasa ingin yang kuat untuk menuliskan sesuatu mengenai dia. Supaya dia menjelma utuh, supaya saya bisa lebih dekat dengannya. Pada saat yang bersamaan, ada rasa cemas. Saya takut pembaca tidak akan menerimanya karena sisi-sisi buruk tadi. Jadi, saya menahan rasa ingin itu dan mulai berpikir barangkali saya tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.