.

.

Being a Single

Being a single means : duduk berjam-jam di dalam cafe Secret Recipe yang terdapat di Cilandak Town Square. Sambil melamun di samping jendela kaca yang besar dan sesekali menatap keluar tanpa tujuan. Biasanya, ditemani dua potong Strawberry atau Blueberry Cheese Cake, satu gelas Ice Lemon Tea, juga sebuah mini iPod warna biru yang berisi lagu-lagu buatan Ratu. Dan, yang paling penting, semua itu dilakukan sendiri.

Seperti apa yang sedang kulakukan saat ini.


Namaku Jess. Minggu depan aku berusia tiga puluh tahun and I was dumped yesterday. Baru saja aku menghabiskan limit salah satu kartu kreditku untuk memborong belasan sepatu dan pakaian di Matahari. Belanja tidak terkendali seperti hilang kesadaran.

Damn that guy! Roy was his name. Pada awalnya saja pria itu bermulut manis. Habis-habisan merayuku agar aku bersedia kencan dengannya. Tiga bulan pertama dia masih menjaga mantel bulu domba andalannya, sampai dia melihat adik kelasku yang baru kupekerjakan minggu lalu sebagai asisten desainer. For God’s sake! Usia mereka berbeda nyaris sepuluh tahun!

Well, sudah kupecat tadi gadis itu. Tidak tahan aku melihat wajah sok lugunya walau untuk setengah jam. Gadis itu sempat menangis dan memohon agar aku merubah pikiran. Hell, no! Aku tahu dia sama serigalanya dengan Roy.

Sekarang, peduli amat dengan kedua orang itu. Silakan saja mereka berserigala berdua. Dan aku? Aku menikmati kesendirianku yang langka dalam suasana nyaman cafe favoritku.

Yang, tiba-tiba saja kurasakan, menjadi ramai.

Aku menyapu pandangan ke seluruh sudut ruangan. Cafe ini penuh. Hampir tidak ada meja yang tersisa. Apakah memang seramai ini sejak aku datang? Atau aku saja yang tidak menyadari? Lalu sambil kembali memakan cheese cake, aku memperhatikan isi cafe lebih awas lagi.

Di meja sebelahku, duduk sepasang muda-mudi. Berbagi sepotong tiramisu dan segelas capucino dingin. Mata mencuri pandang dan senyum malu-malu menghias wajah mereka. Tangan keduanya saling berpegangan di atas meja dan sesekali mereka saling menyuap kue. Melihat itu, bibirku menarik senyum geli. Ah, remaja yang sedang dilanda cinta monyet. Tiga bulan lagi, paling lama, mereka akan putus.

Satu meja setelah pasangan itu, seorang wanita tua sedang merayakan ulang tahun, ditemani seorang pria dengan usia lanjut yang sama. Suaminya, barangkali. Mereka membeli satu bulat penuh kecil Chocolate Banana yang dihiasi lilin berbentuk sepasang angka. Satu dari sedikit pasangan yang masih harmonis di usia mereka. Aku sendiri tidak terbayang untuk hidup bersama seseorang selama itu. Aku mudah bosan.

Lalu di salah satu sudut, sudut yang berbeda dengan tempatku duduk, bermesraan sepasang pria dan wanita muda. Lemon Cheese pesanan mereka belum disentuh. Sudah sejak tadi keduanya berciuman tanpa peduli tatapan pengunjung yang lain. Yah, aku menikmati juga melihatnya. Walau aku tahu apa yang akan terjadi beberapa hari kemudian antara pasangan itu. Yang pria terlalu tampan dan bibirnya sudah terlalu ahli bermain. Sementara si wanita masih lugu dan canggung.

Semakin kuperhatikan isi cafe ini, semakin aku tidak nyaman melihat begitu banyak pasangan yang hadir dan aku tersentak begitu menyadari sesuatu.

Aku adalah satu-satunya orang yang duduk sendiri di dalam ruangan ini!

Potongan kecil cheese cake di ujung garpuku berhenti tepat di depan mulut. Yang benar saja! Kukira Secret Recipe adalah cafe khusus untuk para single woman menyendiri. Aku tidak tahu kalau para pasangan yang sedang kasmaran diperbolehkan memasuki cafe ini. Sejak kapan orang-orang dengan getaran cinta terpancar di mata mereka membutuhkan cheese cake?!

Aku batal meraup cheese cake milikku. Tanganku berganti meraih gelas lemon tea dan menyeruput isinya sampai hampir tandas. Tidak berselera lagi aku dan ingin segera pergi saja, rasanya. Maka, aku bangkit berdiri dan meraih semua tas belanjaan yang, mulai kurasakan, merepotkan karena sudah terlalu banyak, lalu melenggang keluar cafe. Aku menyusuri lantai granito mal, menuruni tangga untuk mencapai lobi, menyetop taksi di depan teras dan memberi perintah pada supir.

“Pondok Indah Mall, pak!”

Well, biar kuralat kata-kataku di awal tadi.

Being a single means : pergi dari satu mall ke mall yang lain, menghabiskan limit semua kartu kredit, membeli apapun yang diinginkan tanpa peduli bagaimana cara membayar semua itu bulan depan, sendiri!

Lalu setelah puas, hang out bersama teman ke pub paling bergengsi di Jakarta dan mencari pria baru.


Jakarta, 11 Agustus 2007
miss worm
di tengah kecamuk sejumlah alter ego

4 comments:

  1. eehhmmmm .... asik banget ceritanya , gak sadar saat terus baca .. tau2 dah ending. ^_^

    ReplyDelete
  2. Secret Recipe..nyam.. marble cheesecake nya endang :D
    Btw, yang di citos emang ada jendela kacanya ya? Seingatku kok enggak ada ya...

    ReplyDelete
  3. ada kok ma. tapi diriku ngga terlalu inget, pas di secret recipe ada jendelanya ngga ^^ hahaha.. lagi kepikiran aja tulisan ini jadi spontan

    ReplyDelete
  4. like this... :)

    ReplyDelete