.

.

Jejak Air di Jendela

Aku menjadi semakin akrab dengan hujan setelah Arlet pergi.

Sebelum itu, bagiku, hujan hanya bisik samar yang kudengarkan sambil lalu ketika aku memasak risotto atau membaca buku-buku tulisan Jamie Oliver, seperti lagu-lagu jazz dan suara televisi yang menyala di ruang duduk. Kini aku menghabiskan banyak waktu bersama hujan, membiarkan jejak air di jendela membawa aku pulang ke masa lalu, ke rangkaian kenangan usang tentang Arlet yang kurindukan.

Ya. Aku merindukan Arlet. Sangat.

Seringkali, bukan bayangan diriku sendiri yang aku lihat pada kaca yang basah, melainkan sosok Arlet. Arlet yang manis, yang cantik, yang bersinar dan menyenangkan seperti semua kue buatannya. Arlet yang selalu berkata bahwa kue-kue itu adalah keajaiban, bahwa ada sesuatu–entah apa–dalam sepotong tar, sepiring pai, atau segelas granita yang mampu membuat seseorang tersenyum.

‘Satu sendok krim ini, An, bisa menyelamatkan hari-harimu.’

Dahulu aku tertawa mendengar racauan Arlet yang satu itu. ‘Terima kasih, tapi hari-hariku tidak perlu diselamatkan,’ kataku sebagai balasan.

Arlet bersikeras. ‘Semua orang pernah mengalami hari yang buruk. Ketika itu terjadi... ingat, An, cuma satu sendok krim ini yang kau butuhkan.’ Dia memasukkan satu sendok krim itu ke mulutnya, lalu kedua matanya terpejam dan bibirnya membentuk senyum lebar kala lidahnya mengecap apa yang dia namakan keajaiban.

‘Hem, c’est délicieux.’

Terkadang, seperti kata Arlet, satu sendok krim bisa menyelamatkan hari-hariku yang kelabu. Tetapi, sayang, satu sendok krim tidak pernah bisa mengembalikan hari-hari kami yang telah lalu.


*taken from Afternoon Tea

7 comments:

  1. Replies
    1. yang ini belum selesai ditulis, mba Ratih :D

      Delete
  2. Windryyyy ... menulis ttg food influence juga ^^ kereeen Win, really like it :) Ayoo dong, diselesaikan juga :)
    Semangat ^^

    xoxo,
    Dewi

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, Dee. iyaaa, garagara masterchef, nih XD. Afternoon Tea sisa 4 bab, pas mau klimaks. tapi statusnya pending. soalnya lagi mengedit Sakura Haru.

      Delete
  3. bagus banget mba windy :D

    ReplyDelete
  4. bagus bgt mbak:D kapan terbit?gk sabar bgt saya

    ReplyDelete