.

.

Interlude

selalu ada jeda untuk bahagia

Hanna,
listen.
Don't cry, don't cry.
The world is envy.
You're too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak.
Kemarilah, aku akan menjagamu,
asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.

"Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang,
tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang."
Aku ingat kata-katamu itu. Masih terpatri di benakku.

Aku tidak selamanya berengsek.
Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?

Kilat rasa tidak percaya di matamu,
membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri.
Tapi, sungguh, aku mencintaimu,
merindukan manis bibirmu.

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya?
Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu?
Hatiku baru saja patah....

* * *


Interlude. Akhirnya, itu judul yang dipilihkan oleh redaksi Gagasmedia--lebih tepatnya: oleh Widyawati Oktavia--untuk kisah Hanna dan Kai. Sengaja hanya satu kata agar senada dengan novel-novel saya sebelumnya.

Saya menanti cukup lama hingga buku ini terbit. Dalam penantian itu, saya dan teman-teman redaksi Gagasmedia berulang kali menyempurnakan kisah Hanna dan Kai. Mumpung ada kesempatan. Pernah saya bertanya diam-diam, apakah Gita Romadhona bosan mendengar saya bertanya, "Si Hanna dan Kai masih boleh kucolek-colek, nggak?" Naskah buku ini sampai berwarna-warni (saya selalu menandakan perubahan di naskah dengan stabilo). Bahkan, hingga momen terakhir sebelum buku ini dicetak, kami masih membuat penata letak mengubah sejumlah detail. Keasyikan sendiri. 

Yah, terkadang, ada rasa tidak sabar ingin kisah Hanna dan Kai cepat-cepat dibaca banyak orang, tetapi menanti lama lebih baik daripada terburu-buru. Barangkali, pada pertengahan atau akhir Mei, Interlude sudah bisa ditemukan di toko-toko buku.

31 comments:

  1. Saya sangat tidak sabar menunggu hari itu. Hari di mana saya akan membaca Interlude. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita bersabar bersamasama :D

      Delete
  2. Replies
    1. ditunggu, ya. semoga nggak lama lagi :)

      Delete
  3. Saya harus baca kisah Hanna & Kai ini, dan tebakan saya, saya akan jatuh cinta (lagi) dengan tokoh lelaki yang ada di dalam novel mba'Windry seperti yang sebelum-sebelumnya, Rayi, Simon, & Gilang.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti di Interlude, kita berkenalan dengan Kai :)

      Delete
  4. Akhirnya "kedua" sosok yg selama ini menghantuii penantian sy untk Buku Mba win selanjutnya :) yeayyy!!!
    "Hanna Kai" siap2 mengisi barisan Buku koleksi Saya :*

    Mba Windry semangat selalu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip! demi tokoh-tokoh imajiner dalam kepala, saya selalu semangat :p

      Delete
  5. akhirnyaaaaaaaaaa. gak sabaaaaaaaarrrr >,<

    ReplyDelete
  6. Penasaraaaan, cepatlaah terbit ^___^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iyaaa. cepatlah terbit :p

      Delete
  7. udh gk sabar pengen baca,,, ^_* v,, Paket nya blm dateng huhuhu T_T

    ReplyDelete
  8. Akh bakal punya bacaan baru nih... Aseeekk,,,..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe selamat membaca :). semoga suka yah :)

      Delete
  9. Salam kenal, mbak windry.
    Interlude-nya asli keren banget. Konfliknya yang jarang dibahas dalam novel lain adalah poin plus plus plus-nya ^0^. Dan yg juara pastinya tokoh-tokoh yg mbak ciptakan, selalu berkesan di hati dan tak mudah dilupakan. Sedangkan hal yg menurutku agak kurang pas hanyalah marga Kai. Entah mengapa ketika membaca dan mencoba mengucapkannya aku merasa kurang sreg, apalagi ketika membaca nama papa Kai, terasa kurang berwibawa aja. Padahal sejak membaca Orange bertahun-tahun yg lalu, aku sgt suka dg nama-nama tokoh dalam novel mbak. Tetap saja, mbak adalah salah satu penulis favoritku. Semangat menulis ya mbak dan semoga novel barunya segra terbit. Udh ga sabar menunggu kehadiran Samuel Hardi ^o~
    Tolong titipkan salamku untuk Simon Marganda ya, mbak. Cinta bgt ama dia <3

    Ve

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah baca buku-bukuku :).sip, pasti nanti kusampaikan salammu ke Simon :D

      Delete
  10. hai mbak. interlude mbak keren abis. apalagi kai-nya. tapi gak heran sih novel mbak kan slalu bagus :D ohya mbak, aku uda baca semua ni kecuali orange. mbak tahu gak dimana aku bs dapat buku mbak yg satu itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah baca Interlude :*. hem, Orange memang sudah langka. aku sendiri sulit kasih info toko yang menjual. tapi kadang di twitter ada yang offer Orange. coba follow twitter aku saja, ya. aku selalu RT semua info penjualan buku-bukuku :)

      Delete
  11. Mbak windry ini novel kedua mbak yang aku baca setelah montase. Mbak kalo buat novel tokoh prianya bener bener buat jatuh cinta ya di montase ada rayyi, sekarang di interlude ada kai tapi jujur aku lebih jatuh cinta sama kai. Ah iya di montase ada samuel hardi juga tapi aku nyayangin banget dia gak jadi sama bev hehe.
    aku suka bahasa mbak dan karakter hanna kuat banget. Melting aku sama sikapnya kai. Mbak ada rencana bikin lanjutan ya? Aku tunggu banget kisah hanna dan kai ini:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Aku senang kamu menyukai Interlude. Aku sendiri suka banget dengan Kai hehe. Samuel Hardi akan ada ceritanya sendiri. Sudah selesai kutulis, bahkan. Akan terbit tahun depan.

      Tentang sekuel Interlude, memang sempat ada ide untuk itu, tapi belum matang, jadi tidak bisa ditulis dalam waktu dekat. Doakan saja ya. Semoga nanti aku bisa benar-benar melanjutkan kisah Hanna dan Kai :)

      Delete
  12. hai mbk windry aku dah selesai baca novel Interlude nya.
    gak tau kenapa efek membaca novelnya buat aku bahagia
    padahal prolognya sedih ya tapi setelah masuk ke bab 1 aku senyum aja baca novelnya. terimakasih mbk sudah memperkenalkan Hanna dan Kai, dan aku suka sama Kai yang ternyata adalah laut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. aku senang kamu menikmati Interlude. saat menulis novel ini pun aku sering senyum dan ketawa, seringnya karena becandaan dan kata-kata Kai yang konyol haha.

      Delete
  13. Dear mbak Windy, salam kenal. Ya ampun mbaaak aku baru beli Interlude kemarin dan langsung aku lahap habis. Ini gatal mau komentar di blog mbak. Terima kasih sudah membuat Interlude, sangat bagus dan romantis. Konflik Kai yang bad boy dan permasalahan keluarga dia yang berantakan meski tema yang sederhana, namun mbak meramunya dengan rapi dan emosional. Aku bisa sendu, senyum-senyum, dan tersipu bersama Hanna juga. Ketika Kai yang genius menciptakan lagu untuk Hanna, bagamana Kai yang dibuat klepek-klepek sama Hanna, aku terkesan, aduh Kai pasrah banget wkwkwk tapi aku cintaaa. Mbak semoga ada sekuelnya ya. Aku berharap sekali. Aku pengen bertemu, berteman, dan terus menggemari karyamu mbak. Semoga sukses selalu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal. terima kasih sudah baca Interlude. aku juga berharap ada sekuelnya haha. ada rencana, tapi idenya belum utuh :)

      Delete
  14. Maaf mbaaak, typo mbak Windry, salah ketik kurang r wkwkwk

    ReplyDelete
  15. mba, novelnya keren.
    band.a ada ga sih mba?
    kok sampe ada lagunya?
    keren.

    ReplyDelete
  16. Hai kak, aku udah selesai baca novel interludenya, demi apapun aku suka banget sama buku ini ceritanya,character,cast dan segala konfliknya aku jatuh terlalu dalam kedalam ceritanya. Cerita nya ngebuat aku sesak tetapi enggak bisa ngeluarin air mata.Banyak penasaran yang tumbuh dalam novel ini.Apakah Second day charm beneran ada?Kalok ada aku pengen dengerin lagu mereka yang Hanna😘😘😘 Demi apapun aku belum bisa lupa sama karakter hanna dan kai mereka membuat seolah-olah aku ingin merangkul meraka.hanna ngebuat aku jatuh kedalam ceritanya solah-olah aku yang ngalami itu.Btw,jawab ya kak. aku penasaran tentang second day charm.Aku titip salam buat Kai ya kakπŸ˜πŸ˜œπŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜Š☺

    ReplyDelete