.

.

Sketsa Interlude

Saya senang membuat sketsa selama mengembangkan tokoh dalam novel. Itu memudahkan saya membayangkan fisik dan gaya mereka. Hanya sketsa sederhana, sebenarnya. Dibuat di buku yang sama dengan tempat saya mencoret-coret ide dan outline cerita, pakai pensil. 

Saat mengimajinasikan tokoh-tokoh penting Interlude pun saya melakukan hal yang sama. Dalam post kali ini, saya ingin share sketsa-sketsa tersebut. Ada sejumlah catatan juga di sisi-sisinya, tetapi sebagian berubah di novel sesuai kebutuhan cerita.

Hanna

Kai
Gitta
Jun


22 comments:

  1. ya ampun Jun... :3

    Kai juga rada2 gondrong gitu yaaah... suka deh. :D

    ReplyDelete
  2. Ya Allah, Mbak. Ilustrasinya keren banget. Hanna-nya keren :)

    ReplyDelete
  3. Itu sketsanya Keren Mba :) pinter bnget sih Mba win gambarnya ^^ .. Kai nya itu loh , Keren sexy ! Gonrong gitu :D hehe

    ReplyDelete
  4. actually, when i was in high school..my fave boy figure is Jun... oriental, silent and a square glasses.. ha ha ha
    dan nggak nyangka ternyata saya ketemu cowok yang persis seperti itu, asiknya tiap hari ternyata kita berangkat pake bus yang sama walaupun sekolahnya beda... well, he was so silent, square glasses, dan lengannya juga bener digulung.. ha ha ha..

    ReplyDelete
  5. KAII KAIII... HUAHH GUANTENGGG XD Hanna-nya keliatan lugu dan imut :3 Kalo Gitta agak dewasa raut wajahnya :)) Jun mukanya berwibawaaaa.... :3 xixix

    ReplyDelete
  6. kenapa namanya Kai kak? Kenapaaaa?? jadinya kan keingat KAI EXO hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. baca bukunya, nanti kamu tahu arti nama kai

      Delete
  7. Sudah belasan tahun gak lihat gambar bikinan Windry. Membaca postingan ini, seperti Déjà vu. Seperti terlempar ke masa SD. Dulu, Windry paling apik menggambar tokoh-tokoh yang ada di komik Rose of Versailles (Oscar :p ). Jangan lupakan, si lucu Candy Candy (Plus, Anthony dan Paman Albert). Juga tokoh-tokoh di Disney Princess, seperti Ariel sang Mermaid.

    Baca postingan ini dan menikmati kembali gambar-gambar yang lahir dari tangan, hati dan pikiran seorang Windry, seakan memuaskan titik rindu yang ternyata mengendap cukup lama. Seperti kembali memasuki hiruk pikuk masa kecil saat bergantian membaca komik buatan Windry dengan teman-teman yang lain. Atau sekedar menikmati sketsa-sketsa tersebut dengan senyum khas anak-anak :)

    Aku rasa, kalau teman-teman semasa SD kita melihat postingan ini, besar kemungkinan akan merasakan seperti yang aku rasa saat mengetik komentar ini :)

    Beautiful sketch, as always :)


    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, Dee, karena masih mengingat masa-masa itu. duuuh, aku merindukan kalian semua :'). ah, kapan kita bisa reuni yah?

      Delete
  8. Rapi n detail bgt seh...suka..suka...siap2 baca novelnya neh..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasiiih :). selamat membaca, ya :)

      Delete
  9. Keren banget gambarnya! Tambah semangar berimajinasi dengan Interlude ini mah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih :). selamat membaca Interlude, yaaah :)

      Delete
  10. Asli keren mbak. suka iri deh sama orang-orang yang bisa buat sketch macam di atas.,ya kaya mbak ini. hihihi :)
    o ya katanya mbak punya biro desain sendiri ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasiiih :). biro desainku fokus di interior dan build in furniture: www.jendelaputih.com

      Delete
  11. Udah lama selesai baca interlude dan baru ini tau sketsa kai.. duh.. aku melting hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah baca Interlude :')

      Delete
  12. mbak, aku lagi ubek-ubek blog mbak ini. sebenarnya bingung juga mau manggil mbak apa, soalnya saya mau manggil ibu juga takut ketuaan :P manggil mbak juga kayak beda dua tahun. padahal beda jauh, saya terinspirasi banget sama mbah Windry, kualitas menulisnya memang benar-benar tidak diragukan lagi :) saya hobby nulis, dan saya buat mbak jadi kiblat saya. bukan halmeniru sih tapi resep menulisnya, seperti membuat sketsa atau bahkan saya survei dengan gambar atau video. duh mbak, iloveyouuu deh. heheh

    ReplyDelete