.

.

Satu dan Dua Hal (atau Lebih)

Lama tidak mengisi blog, saya ingin mengabari beberapa hal. Semacam update status basa-basi. Semata-mata supaya ada yang bisa dibaca di sini. Beberapa hal itu ada yang asyik, ada yang--katakan saja--tidak terlalu asyik. Mari kita mulai dari naskah terakhir yang saya tulis.

Naskah ini berkisah tentang Samuel Hardi. Pembaca Montase mengenal dia. Sudah lama saya ingin menjadikan dia tokoh utama dan akhirnya kesampaian juga. Pastinya, naskah ini diperuntukkan bagi pembaca dewasa karena--yah--kita membicarakan Samuel Hardi. Yang mungkin tidak disangka-sangka bahkan oleh saya sendiri adalah genre naskah ini. Drama. Sedikit mengarah pada drama keluarga. Sebelumnya, saya selalu mengira kisah tentang Samuel Hardi akan murni roman. Tetapi, itu sebabnya menulis menyenangkan. Dalam prosesnya, saya sering menemukan kejutan.

Nah, walaupun dia tokoh utama, bukan Samuel yang berada di titik tengah cerita, melainkan Lana--pasangannya. Karena, idenya muncul saat saya diajak mengeksplorasi kisah perempuan usia tiga puluh tahun ke atas. Ada jeda beberapa tahun antara kisah Rayyi-Haru dalam Montase dan kisah dalam naskah ini. Bagi teman-teman yang merindukan Rayyi, kalian boleh berharap bertemu dengannya lagi. Bukan sebagai tokoh utama, tentu.

Naskah ini sudah di tangan editor. Kami sedang memperlihatkannya kepada sejumlah first reader. Nanti saya akan memperlihatkan dua bab pertama naskah ini di blog. Semoga sisanya bisa dibaca pada awal tahun depan sesuai jadwal terbit yang diberikan oleh Gagasmedia.

Lalu, masih tentang naskah. Saat saya menyerahkan naskah Samuel-Lana, Gagasmedia memberi kabar bahwa buku ketujuh saya akan terbit tahun ini juga, sekitar satu-dua bulan lagi. Ini naskah yang dahulu sering saya tampilkan potongannya di blog dengan catatan "Afternoon Tea". Saya bingung mengklasifikasikan naskah ini, apakah dia roman, fiksi umum, drama keluarga, atau fantasi realis karena di dalamnya ada sedikit dari semua unsur itu.

Tetapi, yang jelas, dia saudara London: Angel. Bukan sekuel--saya merasa perlu menekankan ini. Kisahnya berdiri sendiri. Tokoh-tokoh utamanya pun baru: An dan Ju. Teman-teman bisa menikmatinya tanpa harus membaca London: Angel terlebih dahulu. Ada hujan yang magis, payung merah, dan Ayu. Hanya itu kaitannya. Dan, kisah dalam naskah ini terjadi setelah kisah dalam London: Angel. Jadi, akan ada sedikit pertanyaan tentang Gilang dan Ayu. Hanya pertanyaan, tanpa jawaban.

Tentang London: Angel itu sendiri, tampaknya proses produksi film akan mundur dari jadwal. Renee Pictures berkata bahwa mereka butuh persiapan lebih lama dan tidak mungkin syuting dilakukan pada musim gugur ini. Tentunya, itu berpengaruh pada jadwal tayang. Saya menyayangkan, tetapi sangat memahaminya. Saya percaya Renee Pictures ingin membuat film yang berkualitas. Yah, kita tunggu saja. Semoga film ini benar-benar bisa diproduksi. Semoga perubahan waktu memberi pengaruh yang baik.

Oh. Masih ada beberapa hal lagi. Posting basa-basi ini belum berakhir. Pada Oktober, saya akan mengikuti program Gagas Goes To Campus. Kampus siapa yang akan saya datangi belum bisa diinformasikan sekarang. Biar Gagasmedia yang mengumumkannya secara resmi nanti. Semula, saya diminta datang ke beberapa kampus. Sayang, hanya satu yang jadwalnya cocok dengan saya. 

Saya sangat bersemangat dengan acara tersebut. Saya selalu suka jalan-jalan, apalagi sambil membicarakan tentang buku dan menulis. Kabarnya, saya akan ditemani oleh kepala editor Gagasmedia, Widyawati Oktavia. Saya bagian hura-hura, dia bagian memberi materi.

Beberapa minggu lalu pun demikian. Saya diajak ke Bandung oleh Gagasmedia. Kami menghadiri acara Tantangan Menulis. Asyik sekali, terutama karena saya bisa bertemu teman-teman pembaca yang selama ini hanya bisa diajak mengobrol lewat twitter. Ada banyak teman penulis yang mampir juga seperti Momoe Rizal, Erlin Natawira, Nina Ardianti, dan Mahir Pradana.

Pada momen itu, di akhir acara, saya mengambil kesempatan berdiskusi dengan editor, Jia Efendie. Kebetulan, Jia yang menangani naskah Samuel-Lana. Saya mengajukan ide-ide yang ingin saya tulis setelah kisah Samuel-Lana. Ada banyak dan itu membuat saya luar biasa bingung. Itu juga berhubungan dengan naskah yang sedang saya kerjakan.

Saya baru memulainya beberapa hari lalu. Prosesnya masih di penulisan outline. Akhirnya, saya memutuskan untuk membayar utang kepada Gilang. Setelah membuatnya patah hati di London: Angel, saya merasa bertanggung jawab. Barangkali, dia tidak punya banyak penggemar, tidak seperti Simon atau Kai. Tetapi, saya sayang dia. Buat saya, Gilang semacam adik atau teman baik. Saya ingin melihatnya bahagia. Saya ingin percaya bahwa pemuda underdog seperti dia--seperti kita--pun bisa mendapatkan keajaiban cintanya.

Doakan saya, ya. Doakan proses penulisannya lancar. Kisahnya akan sendu dan manis, tentunya diperuntukkan bagi para pencinta hujan. Kali ini, saya menjadi Goldilocks.

17 comments:

  1. Replies
    1. wah, Gilang pasti terharu kalau tahu haha

      Delete
  2. *duduk manis menunggu Gilang sambil mimik kopi* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi aku suuuka kalian berdua XD

      Delete
  3. wah.. senang membaca update-an nya mba windry :) semoga semakin sukses ya mba.. btw sebenanrnya saya menunggu kisah Gilang - Ayu hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. iyaaa ini segera ditulis.

      Delete
  4. Request dong mba, masukin Telkom University ke list Gagas Goes To Campusnya :3 sumpah udah lama banget pengen ketemu mba Windry! ;;) bahkan salah satu alasan berani merantau ke Bandung buat ketemu penulis-penulis favorit saya, mba Windry tentu salah satunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau nggak salah, saat program ini baru dibuka, setiap kampus boleh mendaftarkan diri ke Gagasmedia. karena panitianya adalah teman-teman di kampus. Gagasmedia support penulis dan materinya.

      Delete
  5. aku cinta sama gilaaaang! Yaampun gak ada yg lebih nyesek selain gilang. Huaaah dia udah ke london buat someone tapi balasannya... OH TIDAK!

    ReplyDelete
    Replies
    1. tenang. kepergiannya nggak sia-sia ;)

      Delete
  6. Ke UMN doong kak :) waktu itu baru ketemu kak mican nihh, blm ktmu kakak dan kak winna.. :)

    ReplyDelete
  7. Kpan nih ke UMN.. udah oktober nih mbak..hehe :D
    pngn ketemuan.. :D

    Beragam Kamera Terbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf. salah info. yang saya maksud UNM (UM). sudah kemarin tanggal 19.

      Delete
  8. Iya Mbak saya doakan agar sukses dan lancar mbak :D , amin

    Gizi Ibu Hamil

    ReplyDelete
  9. Kebanyakan terpengaruh novel import deh mbak win :D
    *jempol*

    kampung inggris pare

    ReplyDelete