.

.

Walking After You: Gemelli


"Gemelli" adalah kata Italia untuk kembar. 

Sejak masih kecil, saya sudah terobsesi. Saya punya sepupu kembar--lelaki dan perempuan--juga teman kembar--sepasang perempuan. Saya selalu menganggap mereka istimewa. Dan, saya iri. 

Saya berharap terlahir kembar. Terkadang, saya bertanya-tanya, akan seperti apa kehidupan saya jika memiliki saudara perempuan--atau lelaki--yang lahir hanya lima-sepuluh menit setelah saya, yang berwajah identik dan berbagi banyak kesamaan dengan saya. Saya bahkan ingin sekali memiliki anak kembar. Sayangnya, saya tidak menyimpan gen itu dalam diri saya. Sama sekali.

Jadi, yang bisa saya lakukan adalah menulis tentang hal tersebut. Lewat Walking After You.

Pertanyaan terbesar saya saat menulis kisah An dan Arlet adalah: seberapa identiknya mereka? Dan, sejauh apa mereka bisa berbeda? Tentunya, saya tidak bicara tentang fisik, melainkan sifat.

Saya melakukan pengamatan terhadap pasangan-pasangan kembar yang saya kenal. Ada yang nyaris identik. Ada yang berbeda jauh. Apa penyebabnya? Itu pertanyaan lain lagi. Lalu, saya menemukan sebuah film dokumenter BBC yang khusus membahas pasangan kembar. Menarik sekali. Seberapa identik mereka dipengaruhi oleh gen, itu jelas. Tetapi, sejauh apa mereka bisa berbeda dipengaruh oleh gen pula dan juga oleh lingkungan. Perbedaan itu bisa diciptakan, tetapi dalam situasi-situasi tertentu tidak bisa dipaksakan. Sulit menjelaskannya--maaf. Akan lebih mudah menyaksikan sendiri film dokumenter tersebut. Intinya, ada teori rumit yang memengaruhi pasangan kembar.

Nah, An dan Arlet adalah gadis kembar yang serupa, tetapi berbeda; berbeda, tetapi serupa. Mereka punya begitu banyak persamaan, tetapi juga punya banyak perbedaan. An ceria, cuek, pemberani, mandiri. Arlet manis, pemalu, dan sangat bergantung kepada An. Mereka sama-sama senang memasak, sama-sama ingin memiliki toko dan restoran sendiri, sama-sama menyukai suburban, dan sama-sama jatuh cinta kepada lelaki yang memiliki cekuk samar di pipinya saat tertawa.

Saya tidak tahu siapa yang akan kalian lebih sukai. An atau Arlet. Barangkali, ada yang lebih menyukai An, ada yang lebih menyukai Arlet. Mereka punya kelebihan masing-masing, punya kelemahan masing-masing. Mereka saling melengkapi, bisa juga saling melemahkan. Yang jelas, mereka tidak terpisahkan.

Selamat berkenalan dengan An dan Arlet dalam Walking After You.

16 comments:

  1. Hebat ya sudah berhasil menulis banyak buku. :)
    Aku berharap juga mampu menerbitkan buku sebanyak itu, bahkan lebih. Jika ada ke toko buku akan kubeli buku Walking After You :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. selamat menulis juga :)

      Delete
  2. Udah baca :D, bagusss suka bangeettt, terlihat jelas bikin dan mikirinnya lama :P. Aku suka semua tokohnya dan sekarang jadi kepengen makan semua kue2 dan pasta yang disebutkan di novel :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaa, cepat amat. baru kemarin dapat, kan :)). terima kasih, Manda. yuk, kita wisata kuliner :p

      Delete
    2. Hahaha iya abis penasaran. Jadi tau2 langsung selesai malam itu deh :P. Mariii marii kita wiskul kapan2 :D

      Delete
  3. wah, keren mbak..sekarang udh nulist banyak buku..
    jdi pngn baca semua buku-bukunya..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. ditunggu komentarnya setelah membaca :)

      Delete
  4. aku malah belum baca sama sekali.. :(
    Walking After You sepertinya bagus juga..jdi pngn baca..hihi

    ReplyDelete
  5. Seru bukunya.
    An dan Gadis pembawa hujan itu, sungguh luar biasa.
    Mereka sama.

    ReplyDelete
  6. Cari buku ini di Malang belum dapet2, kira2 dimana ya mba bisa pesan. Bingung saya :(

    makalah sederhana | mobil terbaru 2015 | berita gadget

    ReplyDelete
  7. kayaknya buku yang sangat menarik nih. sukses gan buat bukunya

    Semangat Kuliah

    ReplyDelete