.

.

Orange (2015)

Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain.

‘Dikuncinya pintu di belakangnya, lalu dia bersandar lemas pada pintu tersebut. Dia seperti dipaksa menyadari kenyataan. Konyol rasanya, bercinta dengan Diyan di dalam kamar yang penuh dengan kenangan mengenai Rera.

Ah, dirinya kesal setengah mati.’

Faye ditunangkan. Tanpa dasar cinta dan murni karena alasan bisnis. Calon tunangannya, Diyan, adalah eligible bachelor yang paling diinginkan di Jakarta. Lelaki yang tidak bisa melepas kenangan masa lalunya dengan seorang model cantik blasteran Prancis.

Harusnya hubungan mereka sebatas ikatan artifisial. Tapi cinta, ego dan ambisi yang rumit mendorong mereka ke situasi yang lebih emosional. Situasi yang mengharuskan mereka memilih dan melepaskan.

Pertanyaannya: apa... dan siapa?

--------------------------

Kemarin sore, Orange turun cetak (hore!). Prosesnya cukup panjang dan membutuhkan banyak perhatian. Barangkali, ini kali pertama saya terlibat dalam proses pracetak sebanyak ini. Sebelumnya, saya hanya memeriksa hasil tata letak. Untuk Orange, saya terlibat lebih banyak. Saya akan cerita itu nanti. Sekarang, saya ingin cerita tentang novel ini.

Orange adalah novel pertama saya--barangkali ada yang belum tahu. Dahulu, novel ini diterbitkan pada Juli 2008. Sempat dicetak beberapa kali, lalu--seperti kebanyakan novel lain--perlahan-lahan menghilang dari toko. Akhir tahun lalu, penerbit memutuskan untuk mencetaknya lagi.

Sebenarnya, Orange bukan sekadar cetak ulang. Saya lebih suka menyebutnya "terbit lagi dengan revisi" karena novel ini bukan hanya berganti sampul. Ada perubahan dan penambahan di novel ini. ISBN-nya pun berbeda dengan edisi lama.

Apakah jalan ceritanya masih sama? Ya. Untuk sebuah novel yang pernah terbit, saya tidak mungkin mengubah jalan ceritanya--dan saya memang tidak berencana begitu. Lalu, di mana letak perbedaannya?

Pertama, hal yang paling dasar, bahasa. Banyak kalimat yang diperbaiki, disesuaikan dengan preferable saya saat ini, dan lebih dari setengah dialog berbahasa Inggris dihilangkan, dialihkan ke bahasa Indonesia.

Kedua, keutuhan cerita. Saya berusaha menutup lubang-lubang yang ada di plot, berkaitan dengan logika, motif para tokoh, detail-detail yang memengaruhi cerita, semacam itu. Termasuk juga sedikit adegan baru yang dirasa perlu untuk disisipkan dan closure yang lebih jelas untuk tokoh-tokoh tertentu.

Ketiga, ilustrasi. Saya sengaja menyiapkan sketsa buatan saya sendiri untuk menggantikan ilustrasi di Orange edisi lama. Di edisi baru ini, pembaca bisa melihat sosok Faye dan Diyan yang ada dalam benak saya. Mereka juga akan hadir dalam sketsa adegan.

Terakhir, cerpen. Menjelang turun cetak, editor ingin saya memasukkan sebuah cerpen yang berhubungan dengan Orange. Tulisan lama, sebenarnya, tetapi disempurnakan sehingga keberadaannya penting untuk melengkapi cerita. Itu cerpen yang menyenangkan untuk dibaca, ringan, dinamis, lucu, dan sama sekali tidak terasa usang. Saya sendiri sangat menyukainya.

Jadi, saya menyarankan pembaca Orange untuk memiliki edisi baru ini. Semoga kalian semakin menyukainya. Untuk kalian yang belum membaca, selamat berkenalan dengan Faye, Diyan, Zaki, dan Rera.

14 comments:

  1. Iya, Kak. Covernya cantik, seger gitu ya. :D
    Ini blog juga warnanya orange juga. Jadi matching ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sengaja sih menyamakan warna blog dengan bukunya haha

      Delete
  2. Replies
    1. terima kasih. habis lebaran baru masuk toko :D

      Delete
  3. Belum pernah baca Orange versi dulu, jadi penasaran makin plus plus
    Di tunggu

    ReplyDelete
  4. jadi pembelian tas sama novelnya ini beda ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sekalian. Cek page "PO Orange" ya.

      Delete
  5. Replies
    1. di toko buku offline akhir Juli atau awal Agustus (wilayah Jakarta dan sekitar).

      Delete
  6. Belum pernah baca Orange yang dulu dan belum punya. Jadi, harus banget nih ikutan PO-nya Orange~~ yeay!

    ReplyDelete
  7. mbak, masihnya ada novel orange??
    klau ada mau PO

    ReplyDelete
  8. Novelnya bagus banget kak WIndry :D

    ReplyDelete