Dogs are dogs, birds are birds, and cats are gods


Itu saya kutip dari buku Utterly Adorable Cats. Tentu saja kucing bukan dewa, manusia menganggap mereka hewan peliharaan, tetapi tampaknya para kucing tidak tahu akan hal itu.

Saat ini saya memiliki lima kucing. Angel, yang tertua, makan seperti Aqila: harus disodori keripik bundar butir demi butir ke hadapannya. Jika keripik tersebut diletakkan terlalu jauh darinya, dia tidak akan repot-repot melangkahkan kaki depan untuk maju. Dia hanya akan menengadah dan memandangi saya, menunggu keripik selanjutnya. Dia tidak mau minum air kran, harus air mineral dari kemasan khusus dan tidak terlalu panas atau dingin. Jika ada debu di mangkuknya, dia juga menolak.

Sementara itu, Abu selalu mengusir siapa pun yang menempati sofa miliknya. Sasha tidak akan mau makan jika racikan makanannya tidak tepat. Bombi berbalik ketika satu sisi badannya selesai disikat, menagih sikatan untuk sisi lainnya. Uban berbeda. Barangkali dia tidak mengira dirinya dewa, melainkan preman. Saat lapar, dia akan meminta jatah dari setiap orang yang ada di rumah. Tidak satu orang pun luput. Siapa yang tidak memberi akan diteror dan tidak dibiarkan hidup tenang.

Percayalah, saya tahu betul bahwa kucing tidak pernah menganggap manusia sebagai majikan.


*note: this post is part of 30 Days of MEME.

No comments:

Post a Comment